Saat menerima Surat Tagihan Pajak (STP), wajib pajak perlu segera memahami alasan penerbitannya dan memastikan informasi yang tercantum sesuai dengan kondisi perpajakan. STP tidak selalu menunjukkan adanya pelanggaran berat, sehingga penting untuk memeriksa jenis tagihan, dasar penerbitan, serta jumlah pajak atau sanksi yang tercantum di dalamnya.
Hal berikutnya adalah melakukan pengecekan terhadap kewajiban yang menjadi dasar penerbitan STP dan memastikan pembayaran dilakukan sesuai ketentuan. Wajib pajak juga perlu memperhatikan batas waktu pembayaran agar tagihan tidak berkembang ke tahapan penagihan pajak berikutnya.
Jika terdapat data atau ketentuan dalam STP yang belum dipahami, wajib pajak sebaiknya segera menelusuri informasi melalui administrasi perpajakan yang tersedia dan mengambil langkah yang diperlukan. Dengan memahami isi STP sejak awal, wajib pajak dapat menentukan tindak lanjut yang tepat serta menghindari risiko munculnya konsekuensi administrasi atau proses penagihan lebih lanjut.