Waspada Penipuan Mengatasnamakan Coretax, Kenali Modus dan Cara Menghindarinya
Dipublikasikan pada 11 Oct 2026 oleh Admin KNH
JAKARTA, KNH News - Penggunaan Coretax DJP dalam administrasi perpajakan membuat wajib pajak perlu semakin berhati-hati saat menerima informasi mengenai aktivasi akun, pembaruan data, maupun layanan perpajakan lainnya. Oknum tidak bertanggung jawab dapat memanfaatkan situasi tersebut dengan berpura-pura menjadi petugas atau pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk memperoleh data pribadi maupun uang dari calon korban.
Penipuan dapat dilakukan melalui berbagai saluran, seperti WhatsApp, telepon, email, dan tautan yang menyerupai situs resmi. Karena itu, wajib pajak sebaiknya tidak langsung mengikuti instruksi yang diterima, terutama apabila pesan tersebut mendesak penerima untuk mengunduh aplikasi, menyerahkan informasi rahasia, atau melakukan pembayaran.
Kenali Modus Penipuan yang Mengatasnamakan DJP
Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah tawaran bantuan aktivasi akun Coretax, proses login, atau pembuatan Kode Otorisasi dan Sertifikat Elektronik. Pelaku dapat mengaku sebagai petugas yang membantu menyelesaikan kendala administrasi, kemudian meminta akses ke akun atau informasi rahasia wajib pajak.
Modus lainnya mencakup pengiriman file aplikasi berformat APK, tautan palsu untuk mengunduh aplikasi perpajakan, permintaan pembaruan data, serta pemberitahuan mengenai tunggakan pajak atau pengembalian kelebihan pembayaran. Pesan tersebut dapat dibuat seolah-olah berasal dari instansi resmi agar penerima merasa khawatir dan segera mengikuti instruksi yang diberikan.
Baca Juga: PMK 55/2026 Atur 5 Larangan bagi Pihak Lain sebagai Kuasa Wajib Pajak, Ini Ketentuannya
Jangan Berikan Kata Sandi, OTP, dan Data Rahasia
DJP mengingatkan bahwa petugasnya tidak meminta kode OTP, kata sandi, passphrase, akses ke perangkat, maupun akses ke akun perpajakan wajib pajak. Informasi tersebut harus dijaga kerahasiaannya karena penyalahgunaan akses dapat membahayakan keamanan akun dan data perpajakan.
Wajib pajak juga perlu berhati-hati terhadap permintaan nama ibu kandung, tanggal lahir, nomor telepon, alamat, atau data sensitif lainnya melalui pesan yang tidak dapat diverifikasi. Hindari mengunduh file APK atau memberikan kendali perangkat kepada pihak yang menawarkan bantuan tanpa dasar yang jelas.
Pastikan Informasi Berasal dari Kanal Resmi
Untuk mengakses Coretax, wajib pajak sebaiknya mengetik alamat situs resmi secara langsung melalui browser, yaitu https://coretaxdjp.pajak.go.id. Informasi terkait perpajakan juga dapat diperiksa melalui situs resmi DJP di https://www.pajak.go.id.
Apabila menerima pesan atau panggilan yang mencurigakan, jangan terburu-buru mengeklik tautan atau melakukan pembayaran. Konfirmasikan terlebih dahulu informasi tersebut melalui kantor pelayanan pajak terdekat atau saluran resmi DJP, termasuk Kring Pajak di 1500200 dan email pengaduan@pajak.go.id.
Baca Juga: DJP Terbitkan PER-11/PJ/2026, Aturan Penyedia Printer Meterai Teraan Digital Diperjelas
Langkah yang Dapat Dilakukan untuk Menghindari Penipuan
Untuk membantu menjaga keamanan data dan administrasi perpajakan, wajib pajak dapat menerapkan beberapa langkah berikut:
- Memeriksa alamat situs sebelum memasukkan informasi akun.
- Tidak mengeklik tautan atau mengunduh file dari pengirim yang tidak dapat diverifikasi.
- Tidak memberikan kata sandi, kode OTP, passphrase, maupun akses akun kepada pihak lain.
- Tidak melakukan pembayaran ke rekening pribadi berdasarkan instruksi yang belum terverifikasi.
- Mengonfirmasi informasi melalui kanal resmi DJP sebelum mengambil tindakan.
- Melaporkan nomor telepon, tautan, atau aplikasi yang diduga digunakan untuk penipuan melalui saluran pengaduan yang sesuai.
Jika menemukan indikasi penipuan, masyarakat dapat mengadukan nomor telepon melalui https://aduannomor.id atau melaporkan konten dan aplikasi mencurigakan melalui https://aduankonten.id.
Tingkatkan Kewaspadaan dalam Administrasi Perpajakan
Keamanan data merupakan bagian penting dalam pengelolaan administrasi perpajakan, baik bagi wajib pajak orang pribadi maupun perusahaan. Memahami prosedur resmi Coretax dan membatasi akses terhadap informasi rahasia dapat membantu mengurangi risiko penyalahgunaan data.
PT KNH Mitra Solusindo mengimbau wajib pajak untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menindaklanjuti pesan yang mengatasnamakan DJP. Jangan mudah terpancing oleh pesan yang mendesak, dan utamakan konfirmasi melalui kanal resmi agar proses administrasi perpajakan dapat dilakukan dengan lebih aman dan tertib.